Bertanyalah pada diri anda sendiri, hanya seperti
itu anda tidak mempunyai sanggahan atau alasan yang dapat membohongi diri anda
sendiri. Kebanyakan orang tidak tahu untuk berkaca terhadap diri sendiri,
mereka tidak mampu melihat kesalahan yang mereka perbuat. Tidak mampu menerima
kritikan dan hanya ingin menerima pujian, itulah sifat dari kebanyakan
masyarakat Indonesia saat ini. Paling parahnya lagi, di negeri kita tercinta
ini ada istilah “Senggol = Bacok”. Orang Indonesia yang terkenal akan
keramahannya bahkan mampu untuk berbuat seperti itu terhadap saudaranya sendiri
di negeri ini.
Sepertinya ramah tamah sudah mulai memudar. Masyarakat
yang terkenal akan sifat gotong royong yang tinggi kini ikut terbawa
globalisasi yang juga membawa sifat individualisme yang tinggi. Di kota kota
besar di negeri ini sudah tidak aneh lagi kita melihat tetangga yang
bersebelahan rumah tidak saling mengenal. Yang terpenting bagi mereka adalah
diri mereka sendiri. Semuanya itu disetarakan dengan material. Mereka hanya mau
berteman dan bersosialisasi dengan orang yang dapat menguntungkan mereka. Sifat pamrih yang diajarkan ketika kita masih
kecil agar dijauhi malah menjadi penyakit yang sudah tidak dapat disembuhkan
lagi.
Ask your self! Bukankah semua itu berasal dari
diri sendiri. Indonesia memang merindukan perubahan tetapi bukan perubahan ke
arah negatif. Kita diajarkan tentang budi pekerti sejak kecil, mari kita
bertanya pada diri sendiri apakah itu masih ada membekas ataupun sudah tertiup
oleh perubahan zaman.
Jika kita memang merindukan perubahan yang dapat
mengubah bangsa kita menjadi bangsa di takuti dunia, bangsa yang besar dan
bangsa yang bisa panutan bangsa lain. Kita harus memulai itu dari diri sendiri.
Mulai berkaca, introspeksi, bertanya kepada orang lain dan berani untuk
melakukan perubahan itu. Pendahulu kita tidak bisa membangun negeri ini tanpa
ada kesadaran pada diri mereka sendiri. Mari kita juga ikut membangun negeri
ini dengan kesadaran untuk perubahan. Baiklah kesalahan yang telah kita perbuat
selama ini menjadi pengalaman yang menjadi guru terbesar dalam hidup kita.
Temukanlah jati diri pemimpin bangsa dalam diri
kita. Itu tentu tidak mudah, harus ada kerja keras di dalamnya. Yang terpenting
adalah kita mempunyai niat dan kemauan karena jika ada kemauan selalu ada
jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar