Kamis, 26 September 2013

Ask your self



Bertanyalah pada diri anda sendiri, hanya seperti itu anda tidak mempunyai sanggahan atau alasan yang dapat membohongi diri anda sendiri. Kebanyakan orang tidak tahu untuk berkaca terhadap diri sendiri, mereka tidak mampu melihat kesalahan yang mereka perbuat. Tidak mampu menerima kritikan dan hanya ingin menerima pujian, itulah sifat dari kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini. Paling parahnya lagi, di negeri kita tercinta ini ada istilah “Senggol = Bacok”. Orang Indonesia yang terkenal akan keramahannya bahkan mampu untuk berbuat seperti itu terhadap saudaranya sendiri di negeri ini.
Sepertinya ramah tamah sudah mulai memudar. Masyarakat yang terkenal akan sifat gotong royong yang tinggi kini ikut terbawa globalisasi yang juga membawa sifat individualisme yang tinggi. Di kota kota besar di negeri ini sudah tidak aneh lagi kita melihat tetangga yang bersebelahan rumah tidak saling mengenal. Yang terpenting bagi mereka adalah diri mereka sendiri. Semuanya itu disetarakan dengan material. Mereka hanya mau berteman dan bersosialisasi dengan orang yang dapat menguntungkan mereka.  Sifat pamrih yang diajarkan ketika kita masih kecil agar dijauhi malah menjadi penyakit yang sudah tidak dapat disembuhkan lagi.
Ask your self! Bukankah semua itu berasal dari diri sendiri. Indonesia memang merindukan perubahan tetapi bukan perubahan ke arah negatif. Kita diajarkan tentang budi pekerti sejak kecil, mari kita bertanya pada diri sendiri apakah itu masih ada membekas ataupun sudah tertiup oleh perubahan zaman.
Jika kita memang merindukan perubahan yang dapat mengubah bangsa kita menjadi bangsa di takuti dunia, bangsa yang besar dan bangsa yang bisa panutan bangsa lain. Kita harus memulai itu dari diri sendiri. Mulai berkaca, introspeksi, bertanya kepada orang lain dan berani untuk melakukan perubahan itu. Pendahulu kita tidak bisa membangun negeri ini tanpa ada kesadaran pada diri mereka sendiri. Mari kita juga ikut membangun negeri ini dengan kesadaran untuk perubahan. Baiklah kesalahan yang telah kita perbuat selama ini menjadi pengalaman yang menjadi guru terbesar dalam hidup kita.
Temukanlah jati diri pemimpin bangsa dalam diri kita. Itu tentu tidak mudah, harus ada kerja keras di dalamnya. Yang terpenting adalah kita mempunyai niat dan kemauan karena jika ada kemauan selalu ada jalan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar